Salurkan sedekah anda melalui Transfer langsung melalui rekening  BRI 4159-01-090238-53-5 a.n. YPPIC Fundraising
"Sesungguhnya itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (suul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran, and sifat bangga pada diri sendiri," HR. Thabrani)

Jangan berpikir bahwa membayar infaq di masjid hanya akan mendapat pahala sekali saja.

Apalagi, jika harta yang dimiliki diinfakkan untuk jihad di jalan Allah SWT, misalnya seperti pembangunan masjid, pembangunan madrasah, pembangunan panti asuhan, dan lain-lain.

Selain itu, contoh infak yang pahalanya terus mengalir adalah menyumbangkan mukena, buku, Al-Qur’an, dan lain-lain untuk kepentingan umat.

Jika orang-orang menggunakan berbagai perlengkapan tersebut untuk beribadah atau mencari ilmu, maka orang yang menyumbangkannya juga akan mendapatkan percikan pahala, bahkan ketika ia sudah tidak ada di dunia.

Inilah mengapa harta yang diinfakkan di jalan Allah tersebut akan membantu umat muslim saat di akhirat nanti atau dengan kata lain manfaat infak ini besar.

Allah SWT akan menyimpan harta yang disedekahkan tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang bersedekah senilai dengan satu butir kurma dari hasil usaha yang halal dan Allah tidak menerima kecuali yang halal, maka Allah menerimanya dengan tangan kananNya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala kembangbiakkan sedekah itu untuk orang yang bersedekah seperti salah satu diantara kalian mengembangbiakkan anak kudanya sehingga semakin banyak sampai seperti gunung.” (HR. Muslim dan Bukhari).

Selain itu, ada juga sedekah subuh yang dapat memberikan pahala besar bagi orang yang melaksanakannya.

Hal ini sesuai pendapat para jumhur ulama yang sangat menganjurkan setiap muslim untuk rutin melakukan sedekah subuh.

Dapat Mensucikan Harta 

Manfaat infak yang perlu diketahui oleh umat muslim berikutnya adalah dapat mensucikan harta.

Meskipun harta yang dimiliki berasal dari sumber yang halal, namun penting sekali bagi setiap muslim untuk senantiasa mensucikan hartanya.

Infak tidak harus dilakukan dalam jumlah yang besar agar membuat orang yang menerimanya senang.

Infak dapat dimulai dari hal-hal terkecil, misalnya dengan menyisihkan uang belanja untuk diberikan kepada saudara atau teman yang membutuhkan.

Harus diakui bahwa infak mampu memberikan hikmah yang begitu luar biasa bagi orang yang melaksanakannya.

Jika harta yang dimiliki bersih dan suci, tentu akan lebih barokah dibandingkan harta yang tidak pernah disedekahkan.

Perlu diingat bahwa setiap harta atau penghasilan yang dimiliki mengandung hak milik orang lain yang harus dikeluarkan.

Berinfak dapat menjadi solusi untuk membersihkan harta sehingga keberkahan akan semakin bertambah.

Membuka Pintu Rezeki Lain

Rezeki bisa datang dari sumber mana saja, salah satunya dari infak yang dilakukan secara rutin.

Memang, sebaiknya melakukan infak tidak diiringi dengan sikap ingin mendapatkan balasan. Sebab, hal tersebut menandakan bahwa seorang muslim masih merasa pamrih.

Namun, bagaimana pun juga Allah SWT telah menjanjikan bahwa orang yang melakukan infak atau sedekah akan mendapat ganjaran yang setimpal, atau bahkan lebih besar.

Pastinya, rezeki yang diberikan oleh Allah SWT adalah anugerah yang harus disyukuri.

Oleh karena itu, ketika mendapatkan rezeki dari Allah, jangan mengkalkulasi berapa uang atau harta yang sudah dikeluarkan untuk berinfak.

Lupakan perbuatan baik tersebut dan jangan mengharapkan balasan.

Niat infak harus dilakukan semata-mata karena ingin beribadah kepada Allah dan membantu sesama manusia.

Menjaga Rezeki Agar Tetap Berkah

Dengan membayar infak, maka seorang muslim berkesempatan untuk bisa menjaga rezeki agar tetap berkah.

Memang, berkah atau tidaknya suatu rezeki hanya Allah SWT yang mampu mengetahuinya.

Sebagai manusia, yang bisa dilakukan hanyalah berusaha untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan benar.

Adapun salah satu cara untuk menjaga rezeki agar tetap berkah yakni dengan rutin melakukan infak.

Hal ini sesuai pernyataan dalam hadist Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa jika orang enggan menginfakkan hartanya di jalan Allah, maka Allah akan mengurangi berkah rezeki yang telah didapatkan.

Melipatgandakan Rezeki

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap muslim hendaknya melakukan ibadah tanpa rasa pamrih atau mengharapkan balasan, tidak terkecuali ketika melakukan infak.

Rezeki memang datang tanpa bisa diprediksi karena semuanya telah diatur oleh Sang Khalik.

Bahkan, siapapun dapat memperoleh rezeki tanpa diduga-duga sebelumnya dari perilaku yang telah ia perbuat.

Contohnya, ketika seseorang melakukan infak secara online, dua hari kemudian orang tersebut mendapatkan rezeki yang tidak terduga dari orang lain.

Ini adalah gambaran sederhana dari melipatgandakan rezeki dengan cara berinfak.

Meskipun demikian, jangan menghitung berapa harta yang sudah disedekahkan kepada orang lain.

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari sikap riya’ dan pamrih yang membuat ibadah menjadi sia-sia dan tidak bernilai di hadapan Allah SWT.

Mendapatkan Perlindungan di Hari Kiamat

Hari kiamat adalah peristiwa yang sangat menakutkan bagi sebagian besar umat manusia.

Pada saat itu, gunung-gunung akan berpindah dari tempatnya, lautan akan datang ke daratan, dan berbagai bencana lainnya turut menghampiri untuk menghancurkan dunia ini.

Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memperkuat benteng keimanan dengan cara beribadah kepada Allah.

Dalam hal ini, berinfak adalah salah satu amalan yang sebaiknya tidak ditinggalkan.

Ibadah ini perlu dilakukan agar memperoleh perlindungan dari Allah pada saat hari kiamat nanti.

Berinfak juga akan membantu umat Islam untuk melakukan berbagai urusan duniawi dengan mudah.

Hal ini selaras dengan hadits berikut, “Wahai anak adam, infakkanlah (sebagian hartamu), niscaya Aku akan memberikan nafkah-Ku kepadamu.” (HR. Imam Ahmad).

Membuat Hati Tenang

Jika ingin mencari ketenangan dalam hidup, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membayar infak secara rutin.

Hal ini karena berinfak mampu menciptakan ketenangan di dalam batin.

Dalam hidup, tentu manusia sering dihadapkan dengan berbagai masalah yang terkadang mengacaukan pikiran.

Hal ini turut berdampak pada kehidupan sosial yang buruk karena tidak bisa mengontrol emosi.

Oleh karena itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mendapatkan ketenangan adalah dengan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki.

Tenang saja rezeki yang diberikan kepada orang lain tidak akan berkurang.

Sebab, Allah akan senantiasa menggantinya dengan yang lebih baik asalkan dilakukan dengan ikhlas dan tulus.

Ketika berinfak, tentu akan muncul perasaan senang karena sudah memberikan sebagian rezeki kepada orang yang membutuhkan.

Rasa senang tersebut seolah mampu menggantikan perasaan cemas atau gelisah karena beban hidup yang berat.

Menghalau Musibah atau Bencana

Keutamaan infak yang berikutnya adalah menolak bencana atau musibah.

Tidak jarang, orang yang mendapatkan infak tersebut akan mendoakan orang yang telah memberikannya rezeki.

Hal ini dapat berdampak baik setiap muslim agar terhindar dari berbagai musibah yang bisa mengancam kapan saja.

Misalnya, seperti bencana alam, jambret, kecelakaan, dan berbagai cobaan lainnya.

Dengan berinfak, maka secara tidak langsung seorang muslim berupaya membantu orang lain.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa harta yang telah disedekahkan akan melindungi seseorang dari marabahaya.

Lebih Dekat dengan Allah

Manfaat sedekah yang selanjutnya yakni mampu mendekatkan diri dengan Allah.

Saat memberikan manfaat untuk orang lain, maka secara tidak langsung seorang muslim akan lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta.

Hal tersebut juga dapat menjadi tolok ukur kadar keimanan seseorang.

Meskipun tidak ada yang tahu seberapa banyak iman yang dimiliki, namun setidaknya seorang muslim sudah berusaha untuk meraih ridha-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah SWT) dengan mengeluarkan sedekah” (HR. Al-Baihaqi). Melalui hadist berikut, dapat dipahami bahwa salah satu cara menyempurnakan keimanan adalah dengan berbuat baik kepada sesama.

Menyembuhkan Sakit

Sakit terkadang dianggap sebagai musibah atau cobaan. Namun, terkadang sakit yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya adalah wujud cinta kasih.

 Allah ingin agar makhluk-Nya senantiasa lebih kuat dan tahan banting.

Dengan begitu, saat memperoleh cobaan yang lebih berat, maka manusia akan lebih mudah untuk melewatinya.

Jika saat ini sedang sakit, sebaiknya lakukanlah infak. Hal ini karena infak merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan penyakit dari tubuh manusia.

Apalagi jika berinfak kepada anak yatim, maka keberkahan yang akan didapatkan semakin besar.

Apabila sudah menunaikan infak namun tidak kunjung sembuh, maka bersedekahlah lebih banyak lagi.

Niscaya Allah akan mendengarkan doa-doa orang yang ditolong oleh seorang muslim.

Selain menyembuhkan, bersedekah juga dapat mencegah timbulnya penyakit. Oleh karena itu, biasakanlah untuk bersedekah, terutama di waktu subuh dan hari Jumat.

Perlu diketahui bahwa sakit juga dapat menjadi pertanda bahwa dosa-dosa seorang muslim sedang dihapus.

Oleh karena itu, perbanyak melakukan infak agar dosa-dosa yang telah lalu berganti menjadi pahala.

Amalan yang Tidak Putus

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa harta di dunia tidak akan ada gunanya karena tidak bisa dibawa mati.

Namun, banyak juga orang yang tidak menyadari bahwa harta yang dimiliki akan mampu mengantarkan seorang muslim menuju amalan yang kekal.

Hal ini bisa terjadi ketika harta yang dimiliki disedekahkan di jalan Allah.

Hal ini tentu akan sangat membantu bagi orang-orang yang membutuhkan, misalnya seperti sedekah untuk membelikan buku anak-anak yang kurang mampu atau membelikan mukena dan ditaruh di mushola.

Kelak ketika wafat, setiap manusia hanya memikirkan nasib dirinya sendiri, apakah nanti mendapatkan siksa kubur atau diloloskan menuju alam yang selanjutnya.

Satu-satunya teman sejati yang dimiliki adalah amal perbuatan semasa di dunia.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk berinfak karena amalan tersebut akan terus mengalir bahkan saat seorang muslim sudah meninggal.

Manfaat infak yang satu ini sangat besar bagi pemberi infak.

Terbebaskan dari Siksa Kubur

Saat berada di alam kubur, seorang muslim akan ditanya mengenai berbagai aktivitasnya selama di dunia. Salah satu pertanyaan tersebut adalah untuk apa hartamu digunakan?

Berbagai perbuatan yang dilakukan di dunia tentu harus dipertanggung jawabkan.

Oleh karena itu, sebaiknya mulailah melakukan hal-hal yang baik dan terpuji. Salah satunya adalah dengan rutin berinfak.

Amalan ini akan membantu seorang muslim agar terbebas dari siksa kubur.

Tentunya, imbangilah dengan amalan lainnya agar pahala yang dimiliki lebih berat dibanding dosanya.

Sebagai Jaminan Hari Akhir

Manfaat melakukan sedekah yang berikutnya yakni dapat dijadikan sebagai jaminan di hari akhir.

 Perlu diketahui bahwa orang-orang yang berinfak tergolong sebagai orang yang memperoleh perlindungan di hari akhir.

Maksudnya, saat hari akhir sudah tiba, maka tidak akan ada lagi yang bisa melindungi seorang hamba dari teriknya matahari, kecuali amalannya sendiri.

Amalan yang dilakukan dengan ikhlas seakan memberikan payung yang teduh agar orang tersebut tidak kepanasan.

Oleh karena itu, perbanyaklah sedekah dengan perasaan tulus dan ikhlas.

Manfaat infak yang dijelaskan di atas diharapkan bisa semakin menumbuhkan semangat saudara-saudara muslim untuk membantu sesama yang membutuhkan.