Jangan berpikir bahwa membayar infaq di
masjid hanya akan mendapat pahala sekali saja.
Apalagi, jika harta yang dimiliki
diinfakkan untuk jihad di jalan Allah SWT, misalnya seperti pembangunan masjid,
pembangunan madrasah, pembangunan panti asuhan, dan lain-lain.
Selain itu, contoh infak yang pahalanya
terus mengalir adalah menyumbangkan mukena, buku, Al-Qur’an, dan lain-lain
untuk kepentingan umat.
Jika orang-orang menggunakan berbagai
perlengkapan tersebut untuk beribadah atau mencari ilmu, maka orang yang
menyumbangkannya juga akan mendapatkan percikan pahala, bahkan ketika ia sudah
tidak ada di dunia.
Inilah mengapa harta yang diinfakkan di
jalan Allah tersebut akan membantu umat muslim saat di akhirat nanti atau
dengan kata lain manfaat infak ini besar.
Allah SWT akan menyimpan harta yang
disedekahkan tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang bersedekah senilai dengan
satu butir kurma dari hasil usaha yang halal dan Allah tidak menerima kecuali
yang halal, maka Allah menerimanya dengan tangan kananNya, kemudian Allah
Subhanahu wa Ta’ala kembangbiakkan sedekah itu untuk orang yang bersedekah
seperti salah satu diantara kalian mengembangbiakkan anak kudanya sehingga
semakin banyak sampai seperti gunung.” (HR. Muslim dan Bukhari).
Selain itu, ada juga sedekah subuh yang
dapat memberikan pahala besar bagi orang yang melaksanakannya.
Hal ini sesuai pendapat para jumhur ulama
yang sangat menganjurkan setiap muslim untuk rutin melakukan sedekah subuh.
Dapat Mensucikan Harta
Manfaat infak yang perlu diketahui oleh
umat muslim berikutnya adalah dapat mensucikan harta.
Meskipun harta yang dimiliki berasal dari
sumber yang halal, namun penting sekali bagi setiap muslim untuk senantiasa
mensucikan hartanya.
Infak tidak harus dilakukan dalam jumlah
yang besar agar membuat orang yang menerimanya senang.
Infak dapat dimulai dari hal-hal terkecil,
misalnya dengan menyisihkan uang belanja untuk diberikan kepada saudara atau
teman yang membutuhkan.
Harus diakui bahwa infak mampu memberikan
hikmah yang begitu luar biasa bagi orang yang melaksanakannya.
Jika harta yang dimiliki bersih dan suci,
tentu akan lebih barokah dibandingkan harta yang tidak pernah disedekahkan.
Perlu diingat bahwa setiap harta atau
penghasilan yang dimiliki mengandung hak milik orang lain yang harus
dikeluarkan.
Berinfak dapat menjadi solusi untuk
membersihkan harta sehingga keberkahan akan semakin bertambah.
Membuka Pintu Rezeki Lain
Rezeki bisa datang dari sumber mana saja,
salah satunya dari infak yang dilakukan secara rutin.
Memang, sebaiknya melakukan infak tidak
diiringi dengan sikap ingin mendapatkan balasan. Sebab, hal tersebut menandakan
bahwa seorang muslim masih merasa pamrih.
Namun, bagaimana pun juga Allah SWT telah
menjanjikan bahwa orang yang melakukan infak atau sedekah akan mendapat
ganjaran yang setimpal, atau bahkan lebih besar.
Pastinya, rezeki yang diberikan oleh Allah
SWT adalah anugerah yang harus disyukuri.
Oleh karena itu, ketika mendapatkan rezeki
dari Allah, jangan mengkalkulasi berapa uang atau harta yang sudah dikeluarkan
untuk berinfak.
Lupakan perbuatan baik tersebut dan jangan
mengharapkan balasan.
Niat infak harus dilakukan semata-mata
karena ingin beribadah kepada Allah dan membantu sesama manusia.
Menjaga Rezeki Agar Tetap Berkah
Dengan membayar infak, maka seorang muslim
berkesempatan untuk bisa menjaga rezeki agar tetap berkah.
Memang, berkah atau tidaknya suatu rezeki
hanya Allah SWT yang mampu mengetahuinya.
Sebagai manusia, yang bisa dilakukan
hanyalah berusaha untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
dengan benar.
Adapun salah satu cara untuk menjaga rezeki
agar tetap berkah yakni dengan rutin melakukan infak.
Hal ini sesuai pernyataan dalam hadist
Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa jika orang enggan menginfakkan
hartanya di jalan Allah, maka Allah akan mengurangi berkah rezeki yang telah
didapatkan.
Melipatgandakan Rezeki
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
setiap muslim hendaknya melakukan ibadah tanpa rasa pamrih atau mengharapkan
balasan, tidak terkecuali ketika melakukan infak.
Rezeki memang datang tanpa bisa diprediksi
karena semuanya telah diatur oleh Sang Khalik.
Bahkan, siapapun dapat memperoleh rezeki
tanpa diduga-duga sebelumnya dari perilaku yang telah ia perbuat.
Contohnya, ketika seseorang melakukan infak
secara online, dua hari kemudian orang tersebut mendapatkan rezeki yang tidak
terduga dari orang lain.
Ini adalah gambaran sederhana dari
melipatgandakan rezeki dengan cara berinfak.
Meskipun demikian, jangan menghitung berapa
harta yang sudah disedekahkan kepada orang lain.
Hal ini penting dilakukan untuk menghindari
sikap riya’ dan pamrih yang membuat ibadah menjadi sia-sia dan tidak bernilai
di hadapan Allah SWT.
Mendapatkan Perlindungan di Hari Kiamat
Hari kiamat adalah peristiwa yang sangat
menakutkan bagi sebagian besar umat manusia.
Pada saat itu, gunung-gunung akan berpindah
dari tempatnya, lautan akan datang ke daratan, dan berbagai bencana lainnya
turut menghampiri untuk menghancurkan dunia ini.
Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan
untuk memperkuat benteng keimanan dengan cara beribadah kepada Allah.
Dalam hal ini, berinfak adalah salah satu
amalan yang sebaiknya tidak ditinggalkan.
Ibadah ini perlu dilakukan agar memperoleh
perlindungan dari Allah pada saat hari kiamat nanti.
Berinfak juga akan membantu umat Islam
untuk melakukan berbagai urusan duniawi dengan mudah.
Hal ini selaras dengan hadits berikut,
“Wahai anak adam, infakkanlah (sebagian hartamu), niscaya Aku akan memberikan
nafkah-Ku kepadamu.” (HR. Imam Ahmad).
Membuat Hati Tenang
Jika ingin mencari ketenangan dalam hidup,
salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membayar infak secara rutin.
Hal ini karena berinfak mampu menciptakan
ketenangan di dalam batin.
Dalam hidup, tentu manusia sering
dihadapkan dengan berbagai masalah yang terkadang mengacaukan pikiran.
Hal ini turut berdampak pada kehidupan
sosial yang buruk karena tidak bisa mengontrol emosi.
Oleh karena itu, salah satu upaya yang bisa
dilakukan untuk mendapatkan ketenangan adalah dengan menyisihkan sebagian harta
yang dimiliki.
Tenang saja rezeki yang diberikan kepada
orang lain tidak akan berkurang.
Sebab, Allah akan senantiasa menggantinya
dengan yang lebih baik asalkan dilakukan dengan ikhlas dan tulus.
Ketika berinfak, tentu akan muncul perasaan
senang karena sudah memberikan sebagian rezeki kepada orang yang membutuhkan.
Rasa senang tersebut seolah mampu
menggantikan perasaan cemas atau gelisah karena beban hidup yang berat.
Menghalau Musibah atau Bencana
Keutamaan infak yang berikutnya adalah
menolak bencana atau musibah.
Tidak jarang, orang yang mendapatkan infak
tersebut akan mendoakan orang yang telah memberikannya rezeki.
Hal ini dapat berdampak baik setiap muslim
agar terhindar dari berbagai musibah yang bisa mengancam kapan saja.
Misalnya, seperti bencana alam, jambret,
kecelakaan, dan berbagai cobaan lainnya.
Dengan berinfak, maka secara tidak langsung
seorang muslim berupaya membantu orang lain.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa harta yang
telah disedekahkan akan melindungi seseorang dari marabahaya.
Lebih Dekat dengan Allah
Manfaat sedekah yang selanjutnya yakni
mampu mendekatkan diri dengan Allah.
Saat memberikan manfaat untuk orang lain,
maka secara tidak langsung seorang muslim akan lebih dekat dengan Sang Maha
Pencipta.
Hal tersebut juga dapat menjadi tolok ukur
kadar keimanan seseorang.
Meskipun tidak ada yang tahu seberapa
banyak iman yang dimiliki, namun setidaknya seorang muslim sudah berusaha untuk
meraih ridha-Nya.
Rasulullah SAW bersabda, “Turunkanlah
(datangkanlah) rezekimu (dari Allah SWT) dengan mengeluarkan sedekah” (HR.
Al-Baihaqi). Melalui hadist berikut, dapat dipahami bahwa salah satu cara
menyempurnakan keimanan adalah dengan berbuat baik kepada sesama.
Menyembuhkan Sakit
Sakit terkadang dianggap sebagai musibah
atau cobaan. Namun, terkadang sakit yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya
adalah wujud cinta kasih.
Allah ingin agar makhluk-Nya senantiasa lebih kuat dan tahan banting.
Dengan begitu, saat memperoleh cobaan yang
lebih berat, maka manusia akan lebih mudah untuk melewatinya.
Jika saat ini sedang sakit, sebaiknya
lakukanlah infak. Hal ini karena infak merupakan salah satu cara yang bisa
dilakukan untuk menyingkirkan penyakit dari tubuh manusia.
Apalagi jika berinfak kepada anak yatim,
maka keberkahan yang akan didapatkan semakin besar.
Apabila sudah menunaikan infak namun tidak
kunjung sembuh, maka bersedekahlah lebih banyak lagi.
Niscaya Allah akan mendengarkan doa-doa
orang yang ditolong oleh seorang muslim.
Selain menyembuhkan, bersedekah juga dapat
mencegah timbulnya penyakit. Oleh karena itu, biasakanlah untuk bersedekah,
terutama di waktu subuh dan hari Jumat.
Perlu diketahui bahwa sakit juga dapat
menjadi pertanda bahwa dosa-dosa seorang muslim sedang dihapus.
Oleh karena itu, perbanyak melakukan infak
agar dosa-dosa yang telah lalu berganti menjadi pahala.
Amalan yang Tidak Putus
Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa
harta di dunia tidak akan ada gunanya karena tidak bisa dibawa mati.
Namun, banyak juga orang yang tidak
menyadari bahwa harta yang dimiliki akan mampu mengantarkan seorang muslim
menuju amalan yang kekal.
Hal ini bisa terjadi ketika harta yang
dimiliki disedekahkan di jalan Allah.
Hal ini tentu akan sangat membantu bagi
orang-orang yang membutuhkan, misalnya seperti sedekah untuk membelikan buku
anak-anak yang kurang mampu atau membelikan mukena dan ditaruh di mushola.
Kelak ketika wafat, setiap manusia hanya
memikirkan nasib dirinya sendiri, apakah nanti mendapatkan siksa kubur atau
diloloskan menuju alam yang selanjutnya.
Satu-satunya teman sejati yang dimiliki
adalah amal perbuatan semasa di dunia.
Oleh karena itu, jangan ragu untuk berinfak
karena amalan tersebut akan terus mengalir bahkan saat seorang muslim sudah
meninggal.
Manfaat infak yang satu ini sangat besar
bagi pemberi infak.
Terbebaskan dari Siksa Kubur
Saat berada di alam kubur, seorang muslim
akan ditanya mengenai berbagai aktivitasnya selama di dunia. Salah satu
pertanyaan tersebut adalah untuk apa hartamu digunakan?
Berbagai perbuatan yang dilakukan di dunia
tentu harus dipertanggung jawabkan.
Oleh karena itu, sebaiknya mulailah
melakukan hal-hal yang baik dan terpuji. Salah satunya adalah dengan rutin
berinfak.
Amalan ini akan membantu seorang muslim
agar terbebas dari siksa kubur.
Tentunya, imbangilah dengan amalan lainnya
agar pahala yang dimiliki lebih berat dibanding dosanya.
Sebagai Jaminan Hari Akhir
Manfaat melakukan sedekah yang berikutnya
yakni dapat dijadikan sebagai jaminan di hari akhir.
Perlu diketahui bahwa orang-orang yang berinfak tergolong sebagai orang yang memperoleh perlindungan di hari akhir.
Maksudnya, saat hari akhir sudah tiba, maka
tidak akan ada lagi yang bisa melindungi seorang hamba dari teriknya matahari,
kecuali amalannya sendiri.
Amalan yang dilakukan dengan ikhlas seakan
memberikan payung yang teduh agar orang tersebut tidak kepanasan.
Oleh karena itu, perbanyaklah sedekah
dengan perasaan tulus dan ikhlas.
Manfaat infak yang dijelaskan di atas
diharapkan bisa semakin menumbuhkan semangat saudara-saudara muslim untuk
membantu sesama yang membutuhkan.

0 Komentar